Islam itu Mendamaikan yang Berseteru

Khazanahalquran.com – Islam memiliki petunjuk dan tata cara yang lengkap untuk membangun serta membenahi sebuah masyarakat. Salah satunya adalah kewajiban untuk menjaga darah, harta dan kehormatan manusia. Juga menjaga kebebasannya untuk bertindak dan berpendapat.

Tidak ada yang berkuasa atas seseorang kecuali kebenaran itu sendiri. Jika ia telah keluar dari kebenaran dan melanggar batas-batasnya maka secara otomatis ia telah mencabut jaminan penjagaan itu dari dirinya sendiri.

Karena Allah SWT telah berfirman,

ولَقَدْ كَرَّمْنا بَنِي آدَم

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.” (QS.al-Isra’:70)

Bahkan seorang nabi pun tidak punya kuasa untuk memaksakan sesuatu kepada umatnya,

لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

“Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.” (QS.al-A’la:22)

Sementara yang berkuasa atas setiap manusia adalah kebenaran, siapa yang melanggarnya maka berhak untuk mendapat hukuman.

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak.” (QS.asy-Syura:42)

Dan salah satu yang ditanamkan oleh Islam adalah kepedulian untuk membenahi kondisi kaum muslimin. Jika ada dua kelompok yang berseteru, maka mukmin yang lain harus peduli untuk mendamaikan demi menjaga keutuhan dan persatuan Islam. Bukankah Rasulullah saw pernah bersabda,

” Tidakkah kalian ingin aku beritahu sebuah amalan yang lebih mulia dari puasa, solat dan bersedekah?”

“Tentu wahai Rasulullah.” jawab para sahabat

“Mendamaikan yang berseteru.”

Dalam Al-Qur’an pun Allah berfirman,

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya!” (QS.al-Hujurat:9)

Tapi lihatlah apa yang terjadi kepada muslimin akhir-akhir ini. Semangat mendamaikan berubah menjadi semangat menaburkan benih permusuhan. Bukannya mendinginkan tapi semakin memanaskan suasana. Tentu hal-hal seperti ini menunjukkan jauhnya masyarakat muslim dari ajaran sang Nabi saw.

Jika kita benar-benar pengikut Nabi saw maka seharusnya kita menjadi duta perdamaian bagi kelompok-kelompok yang berseteru. Karena Islam adalah agama yang ingin mewujudkan perdamaian di muka bumi.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY