Khazanahalquran.com – Al-Qur’an mengajari kita untuk melakukan sesuatu sesuai jalur dan prosedurnya.

وَأْتُواْ الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا -١٨٩-

“Masukilah rumah-rumah dari pintu-pintunya” (Al-Baqarah 189)

 

Nabi Muhammad saw sering keluar masuk medan perang untuk memperjuangkan agama Allah. Padahal jika beliau berdoa agar Allah menghancurkan musuh dalam sekejap, pasti doa itu akan dikabulkan. Namun Islam mengajarkan untuk meraih segala sesuatu melalui jalan sebenarnya.

Kisah

 

Sayyidah Maryam mendapat perintah untuk menggoyangkan pohon kurma ketika ingin melahirkan. Padahal Allah mampu menjatuhkan buah kurma tanpa digoyang oleh wanita yang sedang hamil tua. Tapi segala sesuatu ada prosedurnya.

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَباً جَنِيّاً -٢٥-

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (Maryam 25)

 

Nabi Luth diperintahkan untuk keluar dari kota di tengah malam karena besok Allah akan menurunkan adzab di kota tersebut. Padahal Allah mampu menyelamatkannya tanpa menyuruhnya pergi dari kota. Tapi segala sesuatu ada prosedurnya.

فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ اللَّيْلِ وَلاَ يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلاَّ امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ -٨١-

“Pergilah bersama keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka.” (Huud 81)

 

Nabi Nuh diperintahkan untuk membuat kapal karena akan ada bencana banjir, padahal Allah mampu meyelematkan Nabi Nuh tanpa harus membuat kapal. Tapi segala sesuatu ada prosedurnya.

وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلأٌ مِّن قَوْمِهِ سَخِرُواْ مِنْهُ -٣٨-

“Dan mulailah dia (Nuh) membuat kapal. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya.” (Huud 38)

 

Kesimpulan

Manusia hanya dituntut untuk berbuat semampunya, selanjutnya Allah yang akan memberi dan membantu. Bayangkan, pohon kurma yang begitu kokoh mustahil akan bisa digoyangkan oleh seorang wanita yang hamil tua. Tapi Allah hanya ingin melihat usaha, selanjutnya pasrahkan kepada-Nya.

Komentar

LEAVE A REPLY