002

Khazanahalquran.com – Tulisan ini akan diawali dengan kisah di zaman Baginda Nabi Muhammad saw. Saat itu ada beberapa orang yang perilakunya membuat nabi sangat terganggu. Mereka berdiri didepan rumah beliau sambil berteriak “Hai Muhammad… Hai Muhammad keluarlah dan temui kami !”.

Nabi merasa sangat terganggu dengan cara mereka yang begitu kasar dan tak beradab. Namun beliau tidak menampakkannya dan memendam perasaan terganggu itu, dan inilah salah satu wujud dari akhlak beliau yang begitu agung. Hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat-ayatnya dalam surat al-Hujurat tentang adab dan sopan santun ketika berbicara dengan nabi saw. Allah berfirman,

اِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِنْ وَرَاءِ الحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak berakal. (QS.al-Hujurat:4)

Ungkapan “kebanyakan dari mereka tidak berakal” adalah isyarat yang begitu indah bahwa akhlak yang buruk itu kebanyakan muncul akibat kebodohan. Karena kekosongan ilmu menyebabkan buruknya akhlak bersarang pada diri manusia. Setiap bertambah ilmu, maka moral dan akhlaknya akan semakin bertambah.

Dalam ayat lain ketika Nabi Musa as memerintahkan Bani Israil untuk menyembelih sapi betina, mereka anggap perintah itu sebuah ejekan. Dan Nabi Musa spontan berlindung kepada Allah dari orang-orang bodoh sebagaimana dalam firman-Nya,

وَاذْ قَالَ مُوسَى‏ لِقَوْمِهِ انَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ انْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُواً قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ انْ اكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaum-nya, “Allah Memerintahkan kamu agar menyembelih seekor sapi betina.” Mereka bertanya, “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?” Dia (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.”  (QS.al-Baqarah:67)

Walaupun perintah ini adalah sebuah mukjizat dari Allah swt, namun pada awalnya Bani Israil mempertanyakan dan mengejek Nabi Musa dengan berkata, , “Apakah engkau akan menjadikan kami sebagai ejekan?”

Lalu simaklah jawaban dari Nabi Musa as, (Musa) menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang bodoh.”

Dari ayat ini dan ayat sebelumnya kita dapat mengambil pelajaran bahwa perilaku mencemooh, sombong dan perangai yang buruk sumbernya adalah satu, yaitu kebodohan.

Semoga kita terhindar dari buruknya akhlak dan kesombongan, karena keduanya bersumber dari kebodohan.

Komentar

LEAVE A REPLY