Khazanahalquran.com – Salah satu fenomena yang menarik dalam Al-Qur’an adalah fenomena “mudah” dan “sulit”.

Allah menciptakan alam semesta ini sebagai fasilitas untuk manusia. Dan Allah telah menyiapkan berbagai aturan untuk mempermudah manusia mencapai tujuan dan meraih kesempurnaannya. Aturan itu disebut syariat.

Syariat yang diberikan oleh Allah sama sekali tidak ingin menyulitkan atau menyusahkan manusia. Tapi semua itu untuk membantu dan mempermudah manusia mencapai kebahagiaan sejatinya. Karena seluruh perintah dan larangan itu untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Allah swt berfirman,

ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ

“Kemudian jalannya Dia Mudahkan.” (QS.Abasa:20)

 

يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah Menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak Menghendaki kesukaran bagimu.” (QS.al-Baqarah:185)

 

Nah, disinilah poin pentingnya. Jika fasilitas dan kemudahan itu digunakan, maka kita akan mendapatkan kemudahan demi kemudahan di alam selanjutnya.

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ – فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَاباً يَسِيراً – وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوراً

“Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.” (QS.al-Insyiqaq:7-9)

Namun bila fasilitas dan kemudahan (syariat) itu diabaikan, maka kita akan mendapati kesulitan dan kesukaran di alam selanjutnya.

وَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ فَحَاسَبْنَاهَا حِسَاباً شَدِيداً وَعَذَّبْنَاهَا عَذَاباً نُّكْراً

“Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami Buat perhitungan terhadap penduduk negeri itu dengan perhitungan yang ketat, dan Kami Azab mereka dengan azab yang mengerikan (di akhirat).” (QS.at-Thalaq:8)

 

Fenomena “mudah” dan “sulit” ini juga di berlaku di dunia. Seperti dalam urusan sedekah dan kedermawanan. Siapa yang tangannya ringan dalam memberi, maka Allah akan mengantarkannya menuju kemudahan demi kemudahan.

فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى – وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى – فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

“Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan Kami Mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan).” (QS.al-Lail:5-7)

Dan siapa yang tangannya berat dan sulit untuk memberi, maka bersiaplah untuk menghadapi kesukaran dan kesulitan.

وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَى – وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى – فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى

“Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala) yang terbaik, maka akan Kami Mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan).” (QS.al-Lail:8-10)

Karena itu, mari kita pergunakan kemudahan yang telah diberikan oleh Allah swt agar kita dapat menghadapi setiap tahap dalam kehidupan kita dengan kemudahan. Ringankan tangan kita, agar Allah meringankan segala urusan kita.

Semoga kita termasuk orang-orang yang diringankan dan dimudahkan segala urusannya di dunia hingga di akhirat kelak.

Komentar

LEAVE A REPLY