Khazanahalquran.com – Sistem yang baik dan tepat adalah sistem yang mengedepankan hak-hak manusia (tanpa melupakan hal-hal penting lainnya). Sejalan dengan hal ini, ketika kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an akan kita temukan berbagai ayat yang menjunjung tinggi hak manusia. Semakin dalam kita mempelajarinya, semakin tampak pula sistem Islam yang memperhatikan hak setiap insan.

Al-Qur’an sangat memperhatikan urusan menjaga darah, kehormatan dan harta manusia. Hingga satu nyawa seseorang disamakan dengan seluruh nyawa manusia. Allah swt berfirman,

مَن قَتَلَ نَفْسَاً بِغَيْرِ نَفْسٍ او فَسَادٍ فِى الارْضِ فَكَانَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعاً وَمَن احْيَاهَا فَكَانَّمَا احْيَا النَّاسَ جَمِيعاً

“Barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.” (QS.al-Ma’idah:32)

Sungguh tidak akan kita temukan sebuah perumpamaan yang begitu indah ini dalam sistem kehidupan manapun.

Dalam urusan hak-hak manusia, Al-Qur’an sangat mengedepankan keadilan didalamnya. Dalam ayat lain Allah memperingatkan untuk berbuat adil kepada siapapun walaupun itu musuh kita. Jangan sampai kebencian membuat kita berlaku tidak adil.

وَلَا يَجرِمَنَّكُم شَنَئَانُ قَومٍ عَلَى‏ الَّا تَعدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ اقْرَبُ لِلتَّقوَى

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa.” (QS.al-Ma’idah:8)

Dan dalam ayat lain Allah menekankan untuk berlaku adil walau terhadap orang tua, keluarga bahkan kepada diri sendiri.

يَا ايُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بالقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى‏ انفُسِكُم اوِ الوَالِدَينِ وَالاقرَبِينَ انْ يَكُن غَنِيّاً او فَقِيراً فَاللَّهُ اولَى‏ بِهِمَا

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya).” (QS.an-Nisa’:135)

 

Al-Qur’an pun sangat menekankan untuk menjaga dan menyayangi anak-anak yatim hingga mereka mampu untuk mandiri. Perlakukan mereka dengan adil seperti kita memperlakukan anak-anak kita.

ان تَقُومُوا لِليَتَامَى‏ بِالقِسْطِ

“Dan (Allah Menyuruh kalian) agar mengurus anak-anak yatim secara adil.” (QS.an-Nisa’:127)

Tak hanya itu, Al-Qur’an menjadikan kepeduliaan kepada anak yatim dan sikap-sikap moral lainnya sebagai wujud dari Tauhid kepada Allah swt.

لَا تَعبُدُونَ الَّا اللَّهَ وَبِالوالِدَينِ احْسَاناً وَذِى القُربَى‏ وَاليَتَامَى‏ وَالمَسَاكِينَ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسناً وَاقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

“Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”  (QS.al-Baqarah:83)

Dan yang menarik dari ayat ini adalah Allah menjelaskan lima aturan kemanusiaan ditengah membicarakan dua hal prinsip dibidang akidah dan amal yaitu tauhid dan solat.

Seakan Allah ingin menjelaskan bahwa keyakinan tauhid dan solat tidak akan berarti tanpa menjaga dan menjunjung tinggi hak-hak manusia. Keyakinan dalam hati harus diaplikasikan dengan kepeduliaan dengan sesama. Sementara hasil dari solat adalah menjaga dan berbuat baik kepada sesama manusia juga.

Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga dan menunaikan hak-hak manusia secara adil dan bijaksana.

Komentar

3 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum wr wb,
    Terimakasih atas uraian yang sangat bermanfa’at untuk mengerti lebih banyak tentang keindahan agama islam.
    Semoga autor mendapat pahala yang berlipat dari Allah SWT,aamiin.
    Wassalam.

  2. Thanks for increasing my Faith to THE ONE, by learning more HIS deeply meaning in Qur’an translation!

    Be blessed…

    Novita Angela

LEAVE A REPLY