Bantulah Orang Lain, Lalu Tinggalkan !

khazanahalquran.com – Kisah-kisah dalam Al-Qur’an menyimpan berbagai pelajaran berharga.

Dalam kisah Nabi Musa as, suatu hari beliau membantu dua wanita untuk mengambilkan air. Al-Qur’an merekam kejadian ini dengan detail, bahwa ketika selesai mengambil air, Musa segera berpaling dan meninggalkan orang yang dibantu.

Allah berfirman,

فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ

“Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali (berpaling) ke tempat yang teduh.” (QS.Al-Qashash:24)

Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk jangan pernah menikmati kesusahan orang.

Jangan pernah membiarkan raut wajah saudara kita memerah karena malu, ketika ia membutuhkan bantuan.

Jangan menunggu orang lain berterima kasih setelah kita bantu. Tapi usahakan untuk membantu lalu segera lupakan dan tinggalkan.

Jangan sampai orang yang kita bantu wajahnya pucat dan malu dihadapan kita. Bantulah ia dan cepatlah pergi. Segera lupakan kebaikan itu karena kita berbuat baik bukan hanya untuk mereka. Tapi kita berbuat baik karena Allah, dan cukuplah Allah Maha Mengetahui kebaikan kita.

Lalu ketika Nabi Musa as berteduh, Allah melanjutkan firman-Nya

فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Lalu ia berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS.Al-Qashash:24)

Membantu orang tapi tak mengharap bantuan dari yang dibantu. Nabi Musa as hanya berharap bantuan dan balasan dari Allah swt. Karena semua itu beliau lakukan hanya untuk Allah.

Jika kita membaca ayat-ayat selanjutnya, akan kita temukan bahwa ketulusan Nabi Musa yang berbuat sesuatu hanya untuk Allah, yang cepat-cepat melupakan kebaikan dan meninggalkan orang yang dibantu pada akhirnya berbuah balasan yang dahsyat. Beliau mendapatkan tempat tinggal, istri dan pekerjaan. Sungguh balasan yang berlipat ketika hal yang kecil dilakukan dengan tulus untuk Allah swt.

Terkadang seseorang mendapatkan kepuasan ketika melihat kesusahan orang lain. Ia senang melihat penderitaan mereka. Ia ingin membantu tapi menunggu orang itu mengemis, merengek dan meminta. Ia ingin menolong tapi menanti orang yang ditolong menjadi hina dina dihadapannya.

Tapi Al-Qur’an mengajarkan untuk menghargai kehormatan manusia. Berilah bantuan dan janga paksa mereka untuk menjadi orang yang malu dan berterima kasih kepada kita.

Semoga bermanfaat …

Komentar

LEAVE A REPLY