Khazanahalquran.com – Salah satu sifat “buruk” manusia dalam Al-Qur’an adalah sering tergesa-gesa dalam suatu urusan. Sering kali manusia menentukan sesuatu tanpa pikir panjang. Apalagi jika keinginan telah memuncak, ia tidak mempedulikan lagi resiko dibaliknya. Allah swt berfirman,

وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

“Dan manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa.” (QS.al-Isra’:11)

Ayat ini begitu menarik untuk kita simak bersama…

Karena manusia itu tergesa-gesa, sering kali ia meminta kepada Allah sesuatu yang buruk bagi dirinya. Bahkan dia berusaha mati-matian untuk mendapatkan hal itu.

Padahal kita sudah terlalu banyak melihat contoh orang-orang yang menyesal dan merugi karena tergesa-gesa dalam berbuat sesuatu. Kita sendiri mungkin pernah mengalami hal itu.

Lalu pertanyaannya, apa lawan kata dari tergesa-gesa?

Jika kita melihat dari hadist-hadist nabi. Akan kita temukan bahwa lawan kata dari tergesa-gesa adalah التثبت (mencari kepastian) dan التأني (perlahan-lahan/hati-hati).

Rasulullah saw bersabda,

إِنَّمَا أَهْلَكَ النَّاسَ اَلْعَجَلَةُ، وَلَوْ أنَّ النَّاسَ تَثَبَّتُوا لَمْ يُهْلِكْ أَحَدٌ

“Sungguh yang membinasakan manusia adalah sifat tergesa-gesa. Andai manusia mencari kepastian terlebih dahulu maka tidak ada satupun yang binasa.”

 إِنَّ الأنَاةَ مِنَ اللّهِ وَالْعَجَلَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sesungguhnya sifat hati-hati itu dari Allah dan tergesa-gesa itu dari setan.”

Lalu bagaimana dengan hadist nabi yang menganjurkan kita untuk bercepat-cepat dalam kebaikan?

Tergesa-gesa yang buruk adalah ketergesaan tanpa ada pengetahuan yang pasti tentang perbuatan tersebut. Sementara jika telah jelas bahwa perbuatan yang akan kita lakukan itu baik, maka kita dianjurkan untuk segera melakukannya.

Komentar

LEAVE A REPLY