Bagaimana Masyarakat yang Diinginkan Al-Qur’an?

khazanahalquran.com – Kita semua tahu bahwa konsep Al-Qur’an tidak hanya membangun diri individu manusia tapi juga membangun dan memperbaiki masyarakat. Lalu bagaimana masyarakat yang sesuai dengan konsep Al-Qur’an?

Al-Qur’an membawa konsep yang simpel dan jelas, namun membawa hasil yang nyata. Salah satu tanda masyarakat yang sehat menurut Al-Qur’an adalah masyarakat yang bersih dari saling ejek, saling cemooh dan saling menjatuhkan.

Allah swt berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS.Al-Hujurat:11)

Sejak awal Al-Qur’an telah mengajak kita untuk membuang segala kecenderungan untuk saling menghina, saling menjatuhkan dan menyalahkan. Manfaatkan waktu dan tenaga kita untuk menggali potensi dan kemampuan. Ciptakan lingkungan yang saling mendukung karena setiap orang memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

Kemudian dalam ayat-ayat lainnya Al-Qur’an melarang kita untuk membuka dan menyebar aib saudara kita sendiri. Karena ketika sesama muslimin saling menyerang dan menusuk dari belakang, sungguh mereka sedang menusuk diri sendiri. Bukankah mereka adalah saudara yang diibaratkan seperti satu tubuh oleh Rasulullah saw?

Jika hal ini terjadi maka inilah kondisi terburuk yanb paling melemahkan kaum muslimin. Karena andai iman telah terbangun, maka segala macam serangan, cacian dan rasa sakit yang dirasakan oleh seorang mukmin pasti akan dirasakan oleh saudara mukmin yang lain. Sekali lagi karena mereka adalah satu tubuh yang saling berhubungan.

Coba simak ayat-ayat berikut ini,

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS.An-Nisa’:29)

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ

“Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil.” (QS.Al-Baqarah:188)

وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ

“Janganlah kamu mencela dirimu sendiri..” (QS.Al-Hujurat:11)

Bahasa Al-Qur’an menegaskan “Jangan membunuh DIRIMU !

Jangan makan HARTAMU !

Jangan mencela DIRIMU SENDIRI !”

Seakan ingin menggugah kita bahwa apapun keburukan yang dilakukan oleh sesama kaum muslimin kepada saudaranya, maka keburukan itu sebenarnya menimpa diri mereka sendiri.

Poin pentingnya adalah :

Menghina seorang muslim sama seperti menghina seluruh muslimin.

Menyakiti seorang muslim sama seperti menyakiti seluruh muslimin.

Dan merendahkan seorang muslim sama seperti merendahkan seluruh muslimin.

Arahkan energi kita untuk salig membantu dan saling mendukung. Demi tegaknya masyarakat Islami yang diinginkan Allah swt.

Semoga bermanfaat..

Komentar

LEAVE A REPLY