Khazanahalquran.com – Kata “rahmat” memiliki makna yang luas. Setiap pemberian Allah di alam ini, berupa materi atau non-materi disebut sebagai rahmat. Allah berfirman,

مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۖ وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.Fathir:2)

 

Karena itulah terkadang seorang mukmin berada dalam kondisi yang terjepit. Seluruh pintu tertutup baginya, namun Allah menurunkan rahmat kedalam hatinya sehingga ia merasa bahagia,  tenang dan tentram walau tertawan didalam penjara.

Terkadang kondisinya terbalik. Segala pintu terbuka dihadapan seseorang, rezekinya melimpah dan segala urusannya mudah. Namun hatinya terasa sempit, ia melihat dunia yang luas ini seperti penjara yang gelap. Itu semua karena pintu rahmat belum terbuka didalam hatinya.

Kondisi ini dirasakan oleh setiap manusia. Terpenuhinya keinginan materi tidak menjamin ketenangan hati seseorang jika rahmat Allah tidak sampai kepada hatinya.

Lalu bagaimana agar kita selalu dalam posisi mendapat rahmat Allah?

BACA : 7 Posisi Strategis untuk Meraih Rahmat Allah

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY