Khazanahalquran.com – Kualitas manusia dinilai dari perbuatannya. Wajah yang elok, kekayaan yang berlimpah dan jabatan tinggi tidak sedikitpun menambah kemuliaan seseorang di mata Allah. Ketenangan hati seseorang juga bergantung pada amal perbuatannya. Karena itu, Allah memberi perhatian lebih pada perintah untuk berbuat baik. Bahkan, Allah mempunyai cara yang indah untuk memotivasi seseorang agar selalu berbuat baik. Sampai tak ada lagi alasan seseorang untuk tidak berbuat baik.

 

      Bagaimana cara Allah untuk mengajak manusia berbuat baik?

Sebenarnya perbuatan buruk itu dilakukan karena banyak waktu luang. Jika kita sibuk untuk berbuat baik, tidak ada waktu tersisa untuk melakukan hal-hal yang tercela. Munculnya fitnah, mencari kesalahan orang lain, saling menjatuhkan satu sama lainnya dan konflik yang terjadi adalah karena tidak ada motivasi untuk berbuat baik.

Mari kita lihat, bagaimana cara Al-Qur’an sebagai Kitab Motivasi terbaik mengajak kita untuk selalu berbuat baik.

وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ -٧٧-

“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu”

(Al-Qashas 77)

Cara pertama, Allah menggugah hati kita untuk berbuat baik karena setiap hari Allah selalu mencurahkan kebaikan untuk kita. Sejak mata ini terbuka di pagi hari, Allah telah memberi kebaikan berupa udara yang segar, kekuatan untuk bangun, kemampuan untuk melihat dan semua pemberian yang mustahil bisa dihitung. Apa yang tidak Allah berikan kepada kita?

Jika tidak ada perintah atau larangan dari Allah, kita tetap wajib untuk menyembahnya sebagai rasa syukur atas apa yang telah Allah berikan, begitulah kata mutiara dari Imam Ali bin Abi tholib.

اذْكُرُواْ نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ -١٢٢-

“Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku Berikan kepadamu”

(Al-Baqarah 122)

Sayangnya, manusia selalu melupakan kebaikan yang selalu Allah berikan padanya. Dia benar-benar mengingkari atas segala kenikmatan yang ia nikmati secara gratis. Akhirnya, dia tidak pernah berbuat baik pada orang lain karena dia sadar akan kebaikan yang selalu ia terima dari Allah. Dalam suatu Hadist Qudsi, Allah pernah berfirman:

Aku Ciptakan engkau tapi kau menyembah selain-Ku

Aku selalu memberi (kebaikan) kepadamu namun kau berterima kasih pada selain-Ku

Kebaikan-Ku selalu turun kepadamu, sementara keburukanmu selalu naik kepada-Ku

Cara mudah untuk mencegah diri dari berbuat buruk adalah dengan selalu mengingat kebaikan Allah yang telah Dia berikan pada kita. Kita selalu mengingat berapa banyak kebaikan yang Allah berikan kepada kita setiap harinya. Andai kita terus berbuat buruk pada hamba-Nya yang lain, bisa saja ketika kita membuka mata besok, kebaikan itu telah dicabut oleh Allah. Mata kita mungkin tak bisa melihat lagi, ingatan kita dapat hilang tiba-tiba. Bukankah kita sering melihat seorang yang sehat di sore harinya tiba-tiba lumpuh di hari esoknya?

Cara kedua, Allah menekankan bahwa kebaikan itu jauh berbeda dengan keburukan. Sekecil apapun kebaikan itu, tetaplah jauh diatas keburukan.

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ -٣٤-

“Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik”

(Fussilat 34)

Walau terkadang keburukan itu tampak indah di mata, begitu menarik hati, tetaplah kebaikan jauh lebih baik.

قُل لاَّ يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ فَاتَّقُواْ اللّهَ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ -١٠٠-

Katakanlah (Muhammad), “Tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu”

(Al-Ma’idah 100)

Cara ketiga, kita tidak hanya disuruh untuk mengingat kebaikan Allah, meyakini bahwa kebaikan tidak sama dengan keburukan, tapi Allah juga menjajikan sesuatu untuk memotivasi seseorang agar selalu berbuat baik.

مَن جَاء بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا وَمَن جَاء بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ -٨٤-

“Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.”

(Al-Qashas 84)

Kebaikan yang kita lakukan tidak akan menguap hilang sia-sia. Allah berjanji bagi siapa yang mau berbuat baik, Dia akan membalasnya dengan yang lebih baik.

Suatu hari Rasulullah saw mendapat wahyu ayat diatas, Allah akan memberikan yang lebih baik dari kebaikan itu sebagai balasan. Namun Rasulullah berdoa kepada Allah, “Ya Allah, tambahlah (balasannya)”. Rasul meminta tambahan untuk umatnya agar mendapat balasan yang lebih banyak ketika berbuat kebaikan. Kira-kira balasan apa yang akan ditambah oleh Allah bagi seorang yang berbuat baik?

Temukan jawabannya di Al-Qur’an, Kitab Motivasi Terbaik (Bag 2)

Komentar

LEAVE A REPLY