Khazanahalquran.com – Dibagian pertama, kita telah mendengar bahwa salah satu cara terbaik untuk memancing rahmat Allah adalah dengan bersolawat pada nabi-Nya. Rahmat itu tidak akan sampai pada orang yang ber-hati kotor. Untuk memperoleh rahmat, kita harus berusaha untuk membersihkan hati. Dan cara terbaik untuk membersihkan hati adalah dengan mendekatkan diri pada Rasulullah saw. Dengan bersolawat kita ingin mendekatkan diri pada Rasulullah dan mengisi jiwa ini dengan namanya. Semakin banyak bersolawat, semakin dekat kepada Rasulullah. Dan hanya orang yang ber-hati bersih yang bisa dekat bersamanya.

      Apa untungnya kita bersolawat?

Di Alam Akhirat, solawat bisa menjadi bekal terbaik untuk memperoleh syafaat Nabi saw. Bukan hanya bagi orang-orang yang membawa bekal kebaikan, mereka yang keburukannya lebih berat pun bisa selamat jika rajin bersolawat. Rasulullah saw bersabda,

“Aku berada di Mizan di Hari Kiamat, barangsiapa yang lebih berat timbangan keburukan dibanding kebaikannya maka aku datang dengan solawat (yang dia baca untukku) sampai kebaikannya menjadi lebih berat (dari keburukan)”

 

Cucu Rasulullah yang bernama Imam Muhammad Al-Baqir juga pernah menyampaikan:

 

“Sesuatu yang paling berat yang diletakkan di Mizan (timbangan) pada Hari Kiamat adalah solawat kepada Muhammad dan keluarganya.”

Solawat adalah bukti cinta kita pada Rasulullah. Tanda seorang pecinta adalah selalu menyebut nama kekasihnya. Dengan selalu menyebut nama Rasulullah, hati dipenuhi dengan cahayanya. Dosa berguguran berkat kesuciannya. Apakah kita akan mengaku mencintai Rasulullah tapi jarang bersolawat kepadanya?

Pada puncaknya, tidak ada harga yang layak untuk membeli kemuliaan solawat selain surga Allah. Rasulullah bersabda:

“Siapa yang bersolawat kepadaku 1000 kali maka dia akan diberi kabar gembira tentang surga sebelum kematiannya.”

Suatu hari, Jibril datang kepada Rasulullah dan berkata,

“Wahai Muhammad, tidaklah bersolawat kepadamu salah satu dari umatmu melainkan bersolawat kepadanya 70 ribu Malaikat. Dan barangsiapa yang Malaikat bersolawat kepadanya maka dia termasuk ahli surga.”

Kita tidak pernah meragukan lagi keutamaan yang akan kita peroleh di Akhirat ketika kita sering membaca solawat. Kiranya, apa yang akan kita peroleh di dunia dengan banyak bersolawat?

Banyak bersolawat dapat merubah kehidupan dunia seseorang. Memperbanyak solawat berarti bersiap untuk menerima pemberian Allah swt. Bukan hanya untuk manusia, bahkan solawat dapat memberi keajaiban di dunia binatang.

Suatu saat Rasulullah saw sedang duduk bersama Imam Ali di kebun. Diatas kepala mereka ada lebah yang berisik mengeluarkan suara khasnya. Mendengarnya Rasul tersenyum dan bertanya pada Imam Ali,

“Wahai Ali, taukah engkau apa yang dikatakan lebah ini?” Dia berkata kepadaku “Wahai Muhammad, aku telah sisipkan sedikit madu untukmu. Aku ingin hari ini engkau menjadi tamuku. Perintahkan Ali untuk mengambil madu itu ditempatnya.”

“Wahai Ali, ambillah madu itu. Lebah ini ingin kita menjadi tamunya hari ini”

Kemudian Rasulullah bertanya pada lebah, “Kau menghinggapi bermacam bunga, tapi mengapa madu yang kau hasilkan begitu manis dan berkhasiat?”

Lebah itu menjawab, “Ya Rasulullah, setiap kita mendekati bunga, Allah swt mengilhamkan pada kita untuk bersolawat kepadamu. Dan karena solawat itu, terjadilah apa yang terjadi pada madu yang kita keluarkan.”

Subhanallah, segala sesuatu yang berhubungan dengan Rasulullah akan berubah menjadi indah. Binatang saja merasakan keajaiban solawat kepada nabi, akankah umatnya tidak mendapat keajaiban di dunia dengan sering bersolawat kepadanya?

Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa yang tertimpa kesusahan, perbanyaklah solawat kepadaku. Karena (solawat itu) menghilangkan kegundahan dan kegelisahan, memperbanyak rezeki dan mengabulkan permintaan”

Salah satu ibadah yang paling mulia adalah solawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya. Siapa yang enggan bersolawat maka dia akan jauh dari Nabinya. Dan siapa saja yang jauh dari Nabinya, dia akan jauh dari kejayaan. Pilihan ada ditangan kita, akankah kita masih kikir kepada diri sendiri dengan pelit untuk bersolawat? Atau kita ingin meraih cinta Rasulullah dengan selalu menyebut namanya? Silahkan memilih !

 

      Bagaimana cara bersolawat?

Salah satu tanda orang mukmin menurut sebagian riwayat adalah membaca solawat setidaknya 100 kali dalam sehari. Dan di hari Jum’at menambahnya menjadi 1000 kali. Karena Allah swt menurunkan Malaikat khusus di hari Kamis sore dan kembali pada Jum’at menjelang maghrib hanya untuk mencatat orang-orang yang bersolawat di hari itu.

Solawat yang kita ucapkan tidak hanya di catat. Semua itu dilaporkan kepada Rasulullah dan dibalas oleh beliau. Jangan heran jika orang yang rajin solawat akan dimudahkan pada waktu sakaratil maut. Dilancarakan rezekinya dan dimudahkan segala kesulitannya. Bahkan ketika seseorang lupa akan sesuatu, obatnya adalah solawat kepada Muhammad dan keluargnya.

Dengan melihat banyaknya keuntungan yang kita peroleh dengan bersolawat, kita ingin mengetahui bagaimana cara solawat yang benar. Jangan sampai solawat kita batal dan tidak diterima oleh Rasulullah saw.

Dari kitab-kitab rujukan umat islam, para ulama’ menyebutkan beberapa cara bersolawat menurut Rasulullah saw. Salah satunya dalam Shahih Bukhari, kitab doa, bab bershalawat kepada Nabi saw:

Abdurrahman bin Abi Layli berkata:

Ka’b bin Ujrah menemui aku lalu berkata: Tidakkah kamu diberi hadiah? Nabi saw datang kepada kami, lalu kami berkata: Ya Rasulallah, engkau telah mengajari kami cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu?

Beliau menjawab, Kalian ucapkan:

اللهمّ صلِّ على محمّد وعلى آل محمّد، كما صلّيت على آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللّهمّ بارك على محمّد وعلى آل محمّد، كما باركت على إبراهيم إنك حميد مجيد

“Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Kau sampaikan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahi Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”

 

Atau dalam redaksi lain, didalam Kitab Ash-Shawa’iqul Muhriqah, hlm 144:

Ibnu Hajar meriwayatkan bahwa Ka’b bin Ujrah berkata: ketika ayat ini turun kami bertanya kepada Rasulullah saw:

“Ya Rasulallah, kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, tapi bagaimana cara bershalawat kepadamu.”

Nabi saw menjawab, kalian ucapkan:

اللّهم صل على محمد وآل محمد

“Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”

Kemudian beliau bersabda, “Janganlah kalian bershalawat kepadaku dengan shalawat yang batra’ (puntung).”

Lalu para sahabat bertanya, “Apa shalawat yang batra’ itu?”

Beliau menjawab: Kalian hanya mengucapkan:

اللّهم صل على محمد

“Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad.”

Tetapi, hendaknya kalian mengucapkan:

اللّهم صل على محمد وآل محمد

“Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.”

 

Cara ini adalah teks solawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ketika para sahabat bertanya cara bersolawat kepadanya. Bahkan di dalam Tafsir Durul Mansur, disebutkan belasan riwayat yang semuanya menyertakan Keluarga Rasulullah dalam solawat. Apalagi di dalam hadist yang kita baca diatas, Nabi menekankan untuk tidak bersolawat dengan solawat yang buntung. Yaitu solawat kepada nabi tanpa menyebut keluarganya.

Jika ada bentuk solawat yang bermacam-macam, apakah itu ditambah kata Sayyidina atau yang lainnya maka itu tidak menjadi masalah. Karena mereka menambah kata itu demi memuliakan nama Rasulullah saw. Tapi poinnya adalah, bagaimana pun bentuk solawat yang kita baca, jangan sampai membuang keluarga Rasulullah dari keutuhan solawat. Karena beliau tidak meminta apa-apa pada umatnya kecuali kecintaan pada keluarganya. Apakah kita akan berkorban jiwa dan raga untuk Rasulullah sementara kita pelit untuk bersolawat dan menyertakan keluarga Rasulullah?

قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْراً إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى -٢٣-

Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu imbalan pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.”

(As-Syura 23)

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY