Khazanahalquran.com – Kali ini kita berada di bulan kelahiran manusia termulia, sentral alam semesta, yang tanpanya tidak diciptakan seluruh jagat raya. Bulan Robi’ul Awal adalah bulan kebahagiaan umat Muhammad. Bulan cinta dan kasih sayang. Bulan kelahiran Rahmat bagi seluruh Alam. Bulan hancurnya kegelapan dan munculnya cahaya harapan. Dan karenanya, pada bulan ini kita akan fokus penuh terhadap keagungan Rasulullah dan berusaha menyelami samudera kemuliaan Rasulullah yang tak terbatas. Walaupun dengan keterbatasan kita, mustahil akan menjangkau Keagungan Kekasih Allah ini.

Nabi Adam as adalah manusia pertama yang diciptakan Allah swt. Dia begitu mulia hingga Allah memerintahkan seluruh malaikat-Nya untuk bersujud padanya. Allah berfirman:

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُ سَاجِدِينَ -٢٩-

“Maka apabila Aku telah Menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah Meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”

(Al-Hijr 29)

Adam begitu mulia hingga malaikat bersujud padanya. Tapi Rasulullah saw diberi kemuliaan yang lebih dari Adam. Ketika Allah memerintahkan malaikat-Nya untuk bersujud pada Adam, perintah itu hanya untuk sekali saja. Setelah itu selesai sudah kewajiban malaikat untuk bersujud. Namun untuk Kekasih-Nya Muhammad saw, Allah memerintahkan malaikat untuk selalu bersolawat kepadanya tanpa batas waktu.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً -٥٦-

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

(Al-Ahzab 56)

Di dalam ayat ini, Allah menggunakan kata kerja dari fi’il mudhori’ yaitu yusolluna. Dalam bahasa arab, fi’il mudhori’ memiliki arti pekerjaan yang terus dilakukan. Malaikat tidak hanya sekali bersolawat kepada Nabi Muhammad, mereka terus bersolawat tanpa batasan waktu atau jumlah.

Jika kita perhatikan, perintah untuk solawat di dalam Al-Qur’an berbeda dengan perintahyang lainnya. Biasanya, Allah langsung menyebut “Wahai Orang-orang yang beriman” lalu disusul dengan perintah yang ingin disampaikan. Seperti,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ -٦-

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu….”

(Al-Ma’idah 6)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً -٦-

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”

(At-Tahrim 6)

Dan banyak lagi ayat berupa perintah yang biasanya langsung memanggil orang-orangyang beriman dan memberi mereka perintah. Sementara untuk perintah bersolawat kepada Rasulullah, Allah swt punya cara khusus. Cara ini menunjukkan betapa pentingnya perintah ini. Ketika menyuruh orang Mukmin untuk bersolawat, Allah menyebut Diri-Nya dan para Malaikat-Nya terlebih dahulu. Aku bersolawat, para Malaikat-Ku pun bersolawat maka wahai orang-orang Mukmin bersolawatlah! Sungguh, begitu agung makna solawat kepada Nabi Muhammad saw dalam pandangan Allah swt.

Ada satu ayat yang mirip dengan ayat solawat itu. Dalam ayat itu Allah menyebut Diri-Nya dan para Malaikat-Nya. Allah berfirman:

شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ -١٨-

“Allah Menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”

(Ali Imran 18)

Ayat ini adalah ayat tentang Tauhid. Ayat ini mirip dengan perintah solawat karena Allah menyebut Diri-Nya dan para Malaikat-Nya. Lihatlah, betapa agung perintah solawat hingga mirip seperti ayat Tauhid kepada Allah.

 

 

     

      Apa Arti Solawat?

 

Solawat menurut bahasa artinya berdoa. Di dalam Al-Qur’an pun, Allah pernah menyuruh Rasulullah untuk mendoakan umatnya waktu itu dengan menggunakan kata solawat.

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ-١٠٣-

“Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka.”

(At-Taubah 103)

Arti dari Solawat Allah adalah Dia ingin menurunkan rahmat-Nya kepada Rasulullah saw. Sementara Arti dari Solawat Malaikat memiliki dua arti. Arti pertama, Malaikat mensucikan Rasulullah saw dengan bersolawat kepadanya. Arti yang kedua, Malaikat memohonkan rahmat Allah untuk Rasulullah.

Lalu, apa arti Solawat kita?

Arti dari Solawatnya orang-orang Mukmin adalah mendoakan Rasulullah saw. Tapi, apakah Rasulullah butuh terhadap doa-doa kita?

Sebelumnya menjawab ini, kita harus tau bahwa Allah menciptakan sesuatu dengan dua cara. Ada ciptaan diciptakan langsung, Kun Fayakun. Dan ada yang diciptakan dengan melalui serangkaian sebab akibat. Kita diciptakan melalui sebab ayah dan ibu kita. Untuk menghilangkan dahaga, kita butuh sebab berupa air yang segar. Ciptaan yang kita lihat selama ini bergantung pada sebab dan akibat. Adakah ciptaan yang langsung tercipta spontan Kun Fayakun?

Makhluk yang diciptakan Allah tanpa proses itu adalah Nur Muhammad. Dari cahaya itu barulah tercipta ciptaan yang lain. Nur Muhammad adalah sentral dan pusat dari seluruh ciptaan. Rahmat Allah tercurahkan melalui ciptaan pertama ini.

Saat kita membaca Solawat, kita berdoa agar Allah memberikan rahmat kepada beliau. Tujuannya, agar rahmat itu bisa sampai pada kita. Karena semua yang turun dari Allah pasti melalui Rasulullah dan semua yang naik menuju Allah juga melalui beliau.

Malaikat pun bersolawat dengan mensucikan Rasulullah. Namun, ketika ada dari umatnya yang bersolawat, para Malaikat pun menjawab solawat itu dengan memohonkan ampun kepada Allah. Karena salah satu tugas Malaikat adalah memohonkan ampun untuk kita. Dan salah satu amalan yang menjadikan Malaikat ber-istighfar untuk kita adalah dengan bersolawat.

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ -٧-

“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhan-nya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka.”

(Ghofir 7)

 

      Mengapa Allah memerintahkan untuk bersolawat?

Biasanya, orang bisa kikir terhadap orang lain. Karena dia tidak mau kehilangan apa yang ia miliki. Namun puncak kekikiran adalah ketika dia kikir kepada dirinya sendiri. Orang yang enggan untuk bersolawat disebut oleh Rasulullah sebagai orang yang paling kikir. Karena dia tidak mau memberi kebaikan walau kepada dirinya sendiri.

“Orang yang bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya tapi dia tidak bersolawat padaku”

Allah memerintahkan kita untuk bersolawat karena siapapun yang tidak bersolawat akan menempuh jalan yang keliru dan sesat. Dengan jelas, Rasulullah bersabda:

“Orang yang paling celaka adalah yang disebut namaku tapi enggan bersolawat kepadaku”

“Tidaklah duduk suatu kaum disuatu tempat sementara mereka tidak bersolawat kepadaku didalamnya, maka mereka akan mengalami kerugian walaupun mereka masuk surga karena melihat besarnya pahala (bersolawat).”

Allah memerintahkan kita untuk bersolawat karena dengan itu Allah akan mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya. Rahmat Allah serta permohonan ampun para Malaikat itulah yang akan mengikis kegelapan dalam hati kita.

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً -٤٣-

“Dia-lah yang Memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia Mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”

(Al-Ahzab 43)

Selain itu, solawat yang kita lakukan adalah mengikuti apa yang dilakukan Allah. Kita ber-akhlak dengan akhlak Allah. Dan Allah pun memberi salam bagi mereka yang bersolawat kepada Kekasih-Nya. Rasulullah saw bersabda,

“Siapa yang bersolawat kepadaku satu kali, Allah akan bersolawat kepadanya 1000 kali pada 1000 sof dari malaikat. Dan tidak ada satupun yang diciptakan Allah kecuali dia bersolawat kepada hamba ini karena Allah dan Malaikat-Nya bersolawat kepadanya.”

Ketika Allah bersolawat kepada kita, maka seluruh ciptaan ini akan ikut bersolawat kepada kita. Bukankah seluruh makhluk bertasbih kepada Allah dan tasbih itu tidak akan sampai tanpa solawat kepada Rasulullah saw.

“Maka barangsiapa yang enggan dengan (solawat) ini maka dia adalah bodoh dan tertipu. Allah dan Rasul serta Ahlulbaitnya telah berlepas diri darinya.”

 

Lalu, apa untungnya kita bersolawat? Apakah solawat itu hanya bermanfaat di akhirat? Atau sangat berpengaruh dalam kehidupan dunia kita?

Temukan jawabannya di Ada Apa dibalik Solawat? (Bag 2)

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY