Khazanahalquran.com – Manusia adalah makhluk yang bergerak. Ia tidak pernah diam. Alam di sekitarnya pun ikut bergerak. Ada siang yang selalu bergerak lalu berubah menjadi malam. Ada kenikmatan yang datang, ada pula kesusahan yang menimpa. Kehidupan selalu bergerak, begitu pula kebahagiaan dan kesulitan selalu datang silih berganti. Saat menghadapi fenomena kehidupan ini. Ada tiga tipe manusia yang disebut dalam Al-Qur’an.

  1. Pesimis dan Putus asa

Ada tipe manusia yang tidak kuat menahan beban kehidupan. Saat dia tertimpa musibah, seakan tidak ada lagi jalan keluar dan tertutuplah semua pintu kebahagiaan. Ia merasa hidupnya sudah tamat.

وَلَئِنْ أَذَقْنَا الإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَؤُوسٌ كَفُورٌ -٩-

“Dan jika Kami Berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami Cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih.” (Huud 9)

 

  1. Terlalu Optimis dan Merasa Aman

وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاء بَعْدَ ضَرَّاء مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّي إِنَّهُ لَفَرِحٌ فَخُورٌ -١٠-

Dan jika Kami Berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, “Telah hilang bencana itu dariku.” Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga.” (Huud 10)

Ada pula tipe manusia yang merasa hebat. Setelah Allah menghilangkan kesusahannya, dia merasa tidak akan ditimpa kesulitan lagi. Ia merasa aman dari segala ujian dan cobaan, padahal cobaan itu tak pernah berhenti menyertainya. Orang seperti ini terlalu bangga akan kehebatan dirinya. Lalu bagaimana sikap yang benar ketika menghadapi kehidupan ini?

  1. Bersabar dan Beramal.

Al-Qur’an memberikan 2 syarat untuk bisa lolos dalam hutan kehidupan yang berliku. Manusia tak boleh pesimis dan putus asa. Terlalu optimis juga tak cukup menjadi bekal. Karenanya, dibutuhkan kesabaran dan tabungan amal baik.

إِلاَّ الَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أُوْلَـئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ -١١-

“Kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (Huud 11)

Allah mendahulukan kata sabar sebelum beramal karena hidup memang tak mudah. Perlu kesabaran extra untuk menghadapinya. Setelah siap dengan senjata kesabaran, barulah kita akan berlomba untuk menabung kebaikan. Karenanya, Allah swt menjanjikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Karena hanya dengan berbekal kesabaran, manusia akan berhasil menghadapi semua masalah dalam hidup.

وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ -١٥٥-

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah 155)

 

Komentar

LEAVE A REPLY