Khazanahalquran.com – Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.an-Nisa’:58)

 

Termasuk sifat-sifat penting yang harus dimiliki seorang “mukmin” adalah menyampaikan amanat, berbuat adil dan tidak membeda-bedakan satu sama yang lainnya. Dan kali ini kita akan berbicara tentang sifat amanat.

Mungkin selama ini kita memaknai “amanat” secara sempit yaitu menyampaikan “titipan atau pesan” pada orang yang berhak. Padahal amanat itu memiliki makna yang luas, dalam sebuah riwayat disebutkan

“Sesungguhnya perintah dan larangan itu adalah amanat ilahi.”

 

Untuk lebih mudahnya mari kita simak apa saja bentuk amanat itu?

1. Amanat antara manusia dengan Allah. Yaitu tugas dan kewajiban yang telah ditetapkan Allah untuk manusia. Maka siapa yang melanggar ketentuan Allah berarti ia telah mengkhianati amanat yang telah diberikan kepadanya.

2. Amanat antara manusia dengan sesama. Seperti harta atau rahasia yang diamanatkan kepada kita.

3. Amanat antara manusia dengan dirinya sendiri. Seperti ilmu, umur dan potensi-potensi kita. Semua itu adalah amanat yang harus kita manfaatkan dengan baik.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS.al-Anfal:27)

Semoga kita termasuk orang-orang yang melaksanakan amanat dengan sebaik-baiknya.

Komentar

LEAVE A REPLY