Khazanahalquran.com – Kita telah menyimak 4 keagungan Rasulullah melebihi para nabi yang lain. Mari kita simak samudera kemuliaan selanjutnya.

      5. Adam as Nabi Pertama

Adam as adalah manusia pertama dan nabi pertama di muka bumi. Walau demikian, kenabian nabi Adam bukanlah yang pertama. Bukankah para nabi telah memberi kesaksian akan kenabian Nabi Muhammad saw? Sumpah perjanjian mereka akan kenabian Rasulullah saw ini membuktikan bahwa Muhammad saw telah menjadi nabi sebelum nabi pertama sekalipun.

وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّيْنَ لَمَا آتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُواْ أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُواْ وَأَنَاْ مَعَكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ -٨١-

Dan (ingatlah), ketika Allah Mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku Memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” ** Allah Berfirman, “Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah Berfirman, “Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku Menjadi saksi bersama kamu.”

(Ali Imran 81)

 

Bahkan saat Allah mengambil perjanjian dari para nabi, Allah tidak menyebut mereka dengan urut. Dalam ayat ini Allah menyebut Nabi Muhammad saw terlebih dahulu sebelum menyebutkan Nabi yang lain.

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُم مِّيثَاقاً غَلِيظاً -٧-

“Dan (ingatlah) ketika Kami Mengambil perjanjian dari para nabi dan dari engkau (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan ‘Isa putra Maryam, dan Kami telah Mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.”

(Al-Ahzab 7)

Mengenai kenabian pertama, Rasulullah pernah bersabda,

“Aku telah menjadi nabi sementara Adam masih berupa tanah dan air”

Dan nanti di akhirat, Rasulullah berkomentar,

“Adam dan (seluruh nabi setelahnya) ada dibawah benderaku di Hari Kiamat”

Para nabi Allah menjadi nabi setelah mengimani keagungan Sayyidul Wujud Muhammad saw.

 

      6. Nabi Idris diangkat derajat kedudukannya.

Nabi Idris as diangkat kedudukannya oleh Allah swt hingga sampai pada derajat yang tinggi.

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقاً نَّبِيّاً -٥٦- وَرَفَعْنَاهُ مَكَاناً عَلِيّاً -٥٧-

“Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (al-Quran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami telah Mengangkatnya ke martabat yang tinggi.”

(Maryam 57)

Berbeda dengan Rasulullah saw. Bukan hanya kedudukan beliau yang diangkat, bahkan nama Muhammad pun diangkat oleh Allah saw. Bukankah nama Muhammad selalu memenuhi langit setiap kali dikumandangkan adzan?

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ -٤-

“Dan Kami Tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.”

(As-Syarh 4)

      7. Ibrahim as Pergi menuju Tuhannya.

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ -٩٩-

Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhan-ku, Dia akan Memberi petunjuk kepadaku.”

(Ash-Shaffat 99)

Nabi Ibrahim as melakukan perjalanan menuju kepada Allah swt hingga mencapai tingkat kemuliaan yang amat mulia di sisi-Nya. Dan Allah memuliakan Ibrahim dalam firman-Nya,

وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ -٧٥-

“Dan demikianlah Kami Memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi.”

(Al-An’am 75)

Nabi Ibrahim mendapat kemuliaan melihat kekuasaan Allah di langit dan bumi. Bagaimana dengan Nabi Muhammad saw?

Ibrahim mendapatkan kemuliaan itu sementara dia masih berada di bumi. Dan Muhammad Rasulullah saw diberangkatkan oleh Allah untuk melihat seluruh kekuasaan-Nya di Sidrotul Muhtaha di malam Isra’nya.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ -١-

Maha Suci (Allah), yang telah Memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami Berkahi sekelilingnya** agar Kami Perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

(Al-Isra’ 1)

Begitu juga seperti yang dijelaskan tentang ayat-ayat Mi’raj dalam Surat A-Najm.

      8. Nabi Ibrahim berharap ampunan Allah.

وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ -٨٢-

“Dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat.”

(Asy-Syuara 82)

Ibrahim memiliki kemuliaan yang tinggi sehingga dia selalu berharap Allah mengampuninya di hari kiamat. Padahal dia adalah seorang nabi yang terjaga dari dosa. Tapi Rasulullah saw berada di tingkat yang lebih tinggi dari Ibrahim. Sebelum beliau mengangkat tangan untuk meminta ampunan, Allah telah mengampuni semua dosanya. Walaupun sebenarnya beliau bersih dari segala dosa.

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحاً مُّبِيناً -١- لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ-٢-

“Sungguh, Kami telah Memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Agar Allah Memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang.”

(Al-Fath 1-2)

      9. Malaikat datang untuk membantu Ibrahim.

Ketika Namrud memerintahkan untuk membakar nabi Ibrahim, para Malaikat datang untuk menawarkan diri membantu beliau. Ibrahim as menolak bantuan Malaikat dan berkata,

حسبي علمه بحالي

“Cukuplah ilmu (Allah) tentang keadaanku”

Sekarang lihatlah pada diri Rasulullah saw, sebelum ia mengatakan “Cukuplah Allah bagiku”. Allah telah mendahuluinya dengan berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ -٦٤-

“Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang Mukmin yang mengikutimu.”

(Al-Anfal 64)

      10. Ibrahim bersumpah atas nama Allah.

Saat Ibrahim as hendak menghancurkan berhala, dia bersumpah atas nama Allah swt.

وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ -٥٧-

“Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya.”

(Al-Anbiya’ 57)

Jika Ibrahim bersumpah atas nama Allah, maka lihatlah Allah swt bersumpah atas kehidupan kekasih-Nya Muhammad saw.

لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ -٧٢-

(Allah Berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan).”

(Al-Hijr 72)

      11. Allah menjadikan Maqom Ibrahim sebagai tempat menghadap Allah swt.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْناً وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى -١٢٥-

“Dan (ingatlah), ketika Kami Menjadikan rumah (Ka‘bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. “

(Al-Baqarah 125)

Allah menjadikan Maqom Ibrahim sebagai tempat seorang hamba menghadap kepada-Nya. Sementara untuk Rasulullah saw, Allah menjadikan seluruh perbuatan, perkataan dan semua gerak-geriknya sebagai Uswatun Hasanah. Contoh yang terbaik untuk mendekatkan seorang hamba pada Tuhannya.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ -٢١-

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”

(Al-Ahzab 21)

Masih Ada 9 lagi keunggulan Nabi Muhammad saw diatas nabi lainnya di dalam Al-Qur’an. Simak kelanjutannya di 20 Keagungan Rasulullah diatas para nabi (Bag 3)

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY