Khazanahalquran.com – Ada beberapa hal yang disifati Al-Qur’an dengan kata Al-Khoir (kebaikan), apa saja itu?

    

1. Akhirat

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى -١٧-

“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (Al-A’la 17)

2. Keimanan

فَآمِنُواْ خَيْراً لَّكُمْ -١٧٠-

“Maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu.” (An-Nisa’ 170)

3. Ketakwaan

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى -١٩٧-

“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (Al-Baqarah 197)

 

4. Rezeki

وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى -١٣١-

“Karunia Tuhan-mu lebih baik dan lebih kekal.” (Thaha 131)

 

5. Sedekah

وَأَن تَصَدَّقُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ -٢٨٠-

“Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu.” (Al-Baqarah 280)

    

6. Puasa

وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ -١٨٤-

“Dan puasamu itu lebih baik bagimu.” (Al-Baqarah 184)

    

7. Kesabaran

وَأَن تَصْبِرُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ -٢٥-

“Tetapi jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu.” (An-Nisa’ 25)

    

8. Perdamaian

وَالصُّلْحُ خَيْرٌ -١٢٨-

“Dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka).” (An-Nisa’ 128)

    

9. Baqiyatussolihah

وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ -٤٦-

“Tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan-mu.” (Al-Kahfi 46)

    

10. Mengagungkan Sesuatu yang Terhormat di sisi Allah.

وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ عِندَ رَبِّهِ -٣٠-

“Dan barangsiapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumāt), maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya.” (Al-Hajj 30)

 

Selain itu Allah juga menyebut harta sebagai Al-Khoir (Kebaikan). Allah berfirman,

كتب عليكم إذا حضر أحدكم الموت إن ترك خيرا الوصية للوالدين والأقربين بالمعروف حقا على المتقين -١٨٠-

Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, (maka) berwasiatlah untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik.” (Al-Baqarah 180)

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ -٨-

“Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.” (Al-Adiyat 8)

 

Wallahu A’lam Bissowab.

Komentar

LEAVE A REPLY